Minggu, 04 Desember 2011

FILSAFAT DALAM PERSPEKTIF LINTAS KEHIDUPAN


Tujuan Allah menciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Jika seorang manusia telah mengenal Rabb yang telah menciptakannya dan kenal akan dirinya sendiri. Maka ketahuilah bahwa Allah tidaklah menciptakan kita sia-sia begitu saja. Akan tetapi Dia menciptakan manusia supaya beribadah kepada-Nya. Dalam (QS.Adz Dzariat : 56-58) Allah swt berfirman yang artinya “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” Ayat pertama bermakna bahwa Allah awt menciptakan jin dan manusia supaya mereka menyembah-Nya semata artinya memurnikan keta`atan hanya kepada-Nya dalam, menjalankan agama dengan lurus, yaitu  mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; karena yang demikian agama yang lurus. Jelaslah bahwa kita diciptakan utukk suatu tujuan yg besar dan sangat mulia. Allah swt ingin memuliakan hamba-hamba-Nya yang mewujudkan tujuan penciptaan diri yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah swt tidak membutuhkan hal itu sedikitpun dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi ibadah yang Allah swt perintahkan kepada kita adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Oleh karena itu barangsiapa ingin mendapatkan kemuliaan dari Allah swt di dunia dan di akhirat selamat dari siksa-Nya dan mendapatkan surga-Nya tidak ada cara lain kecuali dengan beribadah hanya kepada-Nya dan mengikuti petunjuk Rasul-Ny. Kemudian pada ayat kedua dan ketiga Allah memberitahukan bahwa Dia Maha Kaya tidak membutuhkan hamba-Nya. Tidak menghendaki sedikitpun rizki maupun makanan dari mereka. Karena Dia Maha Pemberi rizki lagi Maha Kuat dimana tidak ada rizki bagi manusia maupun selainnya melainkan berasal dari-Nya. Dialah yang menurunkan hujan dan mengeluarkan rizki dari bumi. Kesediaan manusia untuk tunduk patuh beribadah dan menyembah Allah ini, jauh hari telah diikrarkan oleh roh manusia pada saat ia akan ditiupkan ruh ke dalam jasad janin di dalam perut ibunya
Adapun makhluk lain tak berakal yang terdapat di bumi, maka Allah Ta’ala  memberitahukan bahwa Dia menciptakan mereka demi manusia, supaya manusia menggunakannya sebagai sarana ketaatan kepada-Nya dan mengolahnya sesuai syariat Allah swt. Jadi setiap makhluk, setiap gerakan maupun diam di alam semesta ini, maka Allah swt lah yang mengadakannya karena suatu hikmah yang Dia terangkan dalam Al Qur’an serta dikenal oleh para ulama melalui syariat Allah swt. Masing-masing menurut kadar ilmunya. Bahkan sampai perbedaan umur, rizki, berbagai peristiwa dan musibah semua itu berlaku atas izin Allah swt untuk menguji hamba-Nya yang berakal. Siapa yang ridha dengan takdir-Nya Allah, berserah diri disertai kesungguhan dalam melakukan amal yang diridhai-Nya maka ia mendapatkan ridha-Nya serta kebagiaan di dunia dan akhirat setelah mati. Sebaliknya siapa yang tidak ridha dengan ketentuan Allah swt, tidak mau berserah diri dan tidak mentaati-Nya maka ia mendapatkan murka-Nya  dan celaka dunia dan akhirat.
Jika seorang manusia telah mengenal Tuhannya dan mengetahui tugasnya beribadah kepada-Nya maka ketahuilah bahwa Allah memberitahukan dalam seluruh kitab yang Dia turunkan kepada para Rasul-Nya bahwa Dia akan membangkitkan seluruh manusia setelah mati. Lalu memberi ganjaran amal perbuatan masing – masing dari mereka. Demikian, semoga kita mampu mewujudkan fungsi dan tujuan Allah menciptakan kita hidup di dunia ini, dalam rangka mendapatkan keridaan-Nya dan kelak di akhirat termasuk pada golongan orang – orang yang beruntung yaitu mendapat surga-Nya. Amin..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar